Tingkat Kesulitan Relatif

Berikut ini adalah tingkat kesulitan relatif berdasarkan rasio peminat dan penerimaan pada pelaksanaan SNMPTN 2017 dan SBMPTN 2017, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan fakultas/sekolah pada pelaksanaan SNMPTN 2018 dan SBMPTN 2018 :

Fakultas/Sekolah (Urut Abjad)

Tingkat Kesulitan Relatif

Fakultas Teknologi Industri – Kampus Cirebon (FTI-C)

Sangat Tinggi

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

Sangat Tinggi

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Kampus Jatinangor (FTSL-J)

Sangat Tinggi

Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan – Kampus Ganesa (SAPPK-G)

Sangat Tinggi

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

Sangat Tinggi

Fakultas Teknologi Industri – Kampus Jatinangor (FTI-J)

Lebih Tinggi

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Kampus Ganesa (FTSL-G)

Lebih Tinggi

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

Lebih Tinggi

Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan – Kampus Cirebon (SAPPK-C)

Lebih Tinggi

Sekolah Farmasi (SF)

Lebih Tinggi

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

Tinggi

Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Tinggi

Fakultas Teknologi Industri – Kampus Ganesa (FTI-G)

Tinggi

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Program Rekayasa (SITH-R)

Tinggi

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Program Sains (SITH-S)

Tinggi

catatan :

  • Sesuai dengan keputusan Pimpinan ITB, ITB melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Gambaran mengenai pelaksanaan SNMPTN 2018 dapat diperoleh di situs http://snmptn.ac.id/, sedangkan gambaran mengenai SBMPTN 2018 dapat diperoleh di situs http://sbmptn.ac.id.
  • Sehubungan dengan telah terbitnya SK Rektor ITB no. 071/SK/K01/PP/2006, tertanggal 17 Maret 2006, tentang Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru ITB, maka secara resmi, setiap mahasiswa baru diterima menjadi mahasiswa fakultas/sekolah terlebih dahulu, sebelum akhirnya memilih salah satu program studi serumpun dalam fakultas/sekolah yang sama, pada awal tahun kedua.
  • Penempatan mahasiswa di salah satu program studi serumpun di fakultas/sekolah di ITB, dilakukan oleh ITB sebelum masa perkuliahan tahun kedua dilaksanakan, berdasarkan minat mahasiswa, kapasitas program studi yang bersangkutan, serta tergantung pada prestasi mahasiswa di tahun pertama perkuliahan, bila kapasitas program studi yang bersangkutan lebih kecil daripada jumlah mahasiswa yang memilih program studi tersebut. Kemungkinan bahwa seorang mahasiswa akhirnya dijuruskan pada program studi bukan pilihan utamanya dapat saja terjadi. Namun demikian karena pengelompokan program studi dalam suatu fakultas/sekolah didasarkan atas ekserumpunan dan kontekstualitas keilmuannya yang sama, maka perbedaan antara program studi yang satu dengan program studi yang lain dalam fakultas yang sama, tidak signifikan. ITB menyarankan agar calon mahasiswa mempelajari sistem penerimaan mahasiswa baru ini terlebih dahulu dan dapat membandingkannya dengan sistem yang diberlakukan di perguruan tinggi lainnya.
  • Sebagai informasi tambahan, pada kurikulum 2008, ITB mulai memperkenalkan mata kuliah Mayor dan mata kuliah Minor. Dengan demikian, mahasiswa dari suatu program studi dapat mengambil mata kuliah di program studi lainnya, dalam jumlah terbatas. Pendidikan di ITB lebih diarahkan pada pendidikan kesarjanaan yang memberikan penguasaan ilmu yang komprehensif disertai wawasan yang luas dibandingkan ke arah vokasional yang terfokus pada aplikasi suatu bidang keahlian saja.