FAQ Penerimaan Mahasiswa Baru

PERTANYAAN : Bagaimana saya bisa menjadi mahasiswa di ITB ?
JAWABAN : Mulai tahun 2011, ITB menggunakan SNMPTN dan SBMPTN untuk melaksanakan seleksi mahasiswa baru program sarjana di semua Fakultas dan Sekolah di ITB. Selain dari pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN tersebut, ITB tidak menerima mahasiswa baru program sarjana melalui jalur seleksi lain. Sebagai informasi, saudara dapat mengunjungi laman http://usm.itb.ac.id/ untuk memperoleh gambaran mengenai penerimaan mahasiswa baru program sarjana ITB.

PERTANYAAN : Bagaimana cara saya mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa di ITB ?
JAWABAN : ITB menggunakan SNMPTN dan SBMPTN untuk melaksanakan seleksi mahasiswa baru program sarjana di semua Fakultas dan Sekolah di ITB. Selain dari pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN tersebut, ITB tidak menerima mahasiswa baru program sarjana melalui jalur seleksi lain. Sebagai informasi, silakan mengunjungi laman resmi SNMPTN 2016 (http://snmptn.ac.id/) atau laman resmi SBMPTN 2016 (http://sbmptn.ac.id/) untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pendaftaran dan seleksi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, termasuk ITB.

PERTANYAAN : Kapan kegiatan pendaftaran calon mahasiswa baru ITB dilaksanakan ?
JAWABAN : Seleksi penerimaan mahasiswa baru ITB dilaksanakan melalui SNMPTN dan SBMPTN. Dengan demikian, jadwal kegiatan penerimaan mahasiswa baru ITB sesuai dengan jadwal pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN pada tahun yang bersangkutan. Silakan mengunjungi laman resmi SNMPTN 2016 (http://snmptn.ac.id/) untuk memperoleh jadwal kegiatan SNMPTN 2016 atau laman resmi SBMPTN 2016 (http://sbmptn.ac.id/) untuk memperoleh gambaran mengenai jadwal pelaksanaan SBMPTN 2016

PERTANYAAN : Selain dari SNMPTN dan SBMPTN, apakah ITB menyelenggarakan ujian saringan masuk mandiri untuk menerima mahasiswa baru program sarjana ?
JAWABAN : Sejak tahun 2011, ITB tidak melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru program sarjana melalui jalur seleksi secara mandiri. ITB hanya menerima mahasiswa baru program sarjana melalui SNMPTN dan SBMPTN.

PERTANYAAN : Apa saja persyaratan untuk menjadi mahasiswa ITB ?
JAWABAN : Seleksi penerimaan mahasiswa baru ITB dilaksanakan melalui SNMPTN dan SBMPTN. Dengan demikian persyaratan untuk mengikuti seleksi mahasiswa baru ITB yang berlaku adalah persyaratan peserta SNMPTN dan/atau SBMPTN. Informasi mengenai persyaratan peserta SNMPTN 2016 dapat diperoleh di laman resmi SNMPTN 2016 (http://snmptn.ac.id/) dan gambaran mengenai persyaratan SBMPTN 2016 dapat dilihat di laman resmi SBMPTN 2016 (http://sbmptn.ac.id/). Sedangkan persyaratan calon mahasiswa yang diberlakukan di ITB dapat diperoleh di alamat http://usm.itb.ac.id/.

PERTANYAAN : Apakah calon mahasiswa ITB wajib mengikuti Ujian Nasional (UN) SLTA ?
JAWABAN : Seleksi penerimaan mahasiswa baru ITB dilaksanakan melalui SNMPTN dan SBMPTN. Dengan demikian persyaratan untuk mengikuti seleksi mahasiswa baru ITB yang berlaku adalah persyaratan peserta SNMPTN dan/atau SBMPTN, yang salah satunya adalah telah lulus UN SLTA atau Paket C, dibuktikan dengan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional atau Surat Keterangan Lulus Paket C.

PERTANYAAN : Sekolah saya merupakan Sekolah Internasional di wilayah Republik Indonesia, namun tidak mengikuti UN SLTA. Apakah saya bisa menjadi mahasiswa ITB ?
JAWABAN : Seleksi penerimaan mahasiswa baru ITB dilaksanakan melalui SNMPTN dan SBMPTN. Dengan demikian persyaratan untuk mengikuti seleksi mahasiswa baru ITB yang berlaku adalah persyaratan peserta SNMPTN dan/atau SBMPTN, yang salah satunya adalah telah lulus UN SLTA atau Paket C, dibuktikan dengan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional atau Surat Keterangan Lulus Paket C. Sebagai gambaran, informasi mengenai persyaratan peserta SBMPTN 2016 dapat diperoleh di laman resmi SBMPTN 2016 (http://sbmptn.ac.id/).

PERTANYAAN : Saya merupakan lulusan SLTA di luar wilayah Republik Indonesia dan bukan merupakan lulusan Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Dengan demikian, saya tidak mengikuti UN SLTA. Apakah saya bisa menjadi mahasiswa ITB ?
JAWABAN : Seleksi penerimaan mahasiswa baru ITB dilaksanakan melalui SNMPTN dan SBMPTN. Dengan demikian persyaratan untuk mengikuti seleksi mahasiswa baru ITB yang berlaku adalah persyaratan peserta SNMPTN dan/atau SBMPTN, yang salah satunya adalah telah lulus UN SLTA atau Paket C, dibuktikan dengan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional atau Surat Keterangan Lulus Paket C. Khusus bagi lulusan SLTA di luar wilayah Republik Indonesia dan bukan merupakan lulusan Sekolah Indonesia di Luar Negeri, saudara juga dapat menggunakan ijazah dari SLTA saudara yang dilengkapi dengan Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah SLTA dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sebagai gambaran, informasi mengenai persyaratan peserta SBMPTN 2016 dapat diperoleh di laman resmi SBMPTN 2016 (http://sbmptn.ac.id/).

PERTANYAAN : Saya pernah terdaftar sebagai mahasiswa program sarjana ITB. Namun demikian, karena satu dan lain hal, saya tidak melanjutkan pendidikan saya di ITB. Apakah saya boleh kembali mengikuti seleksi sebagai mahasiswa baru ITB ?
JAWABAN : Sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada Peraturan Akademik ITB pasal 2.3. ayat 1, ITB akan membatalkan status penerimaan mahasiswa baru bila : (a) Melakukan kecurangan pada saat pelaksanaan ujian masuk, (b) Masih atau sedang mengikuti pendidikan di ITB, (c) Mahasiswa Program Sarjana yang pernah terdaftar dan mengundurkan diri atau tidak diperkenankan lagi untuk melanjutkan pendidikan di ITB, (d) Mahasiswa Program Pascasarjana yang pernah terdaftar dan tidak diperkenankan lagi untuk melanjutkan pendidikan di ITB pada strata yang sama, atau pernah terdaftar dan mengundurkan diri dari Program Studi yang sama.

PERTANYAAN : Saya merupakan pengidap Buta Warna. Apakah saya bisa menjadi mahasiswa ITB ?
JAWABAN : Terdapat beberapa fakultas/sekolah yang mensyaratkan kondisi bebas buta warna di ITB, yaitu SF, SITH-S, SITH-R, FTTM, FITB, dan FSRD. Namun demikian, ada beberapa fakultas/sekolah lain yang tidak mensyaratkan kondisi bebas buta warna tersebut, seperti STEI, FTMD, SAPPK, dan SBM. Beberapa fakultas/sekolah lainnya memiliki program studi yang mensyaratkan kondisi bebas buta warna pada saat penjurusan. Informasi selengkapnya dapat diperoleh di laman Persyaratan Bebas Buta Warna.