Bagian 1 : Aktivasi dan Nomor Registrasi

 

Q: Saya belum bisa mendaftar ke laman https://akademik.itb.ac.id

A: Pendaftaran bagi lulusan SM-ITB di laman https://akademik.itb.ac.id baru akan dimulai pada tanggal 31 Agustus 2020. Sebelum tanggal tersebut, saudara tidak dapat mengakses laman https://akademik.itb.ac.id.

 

Q: Apakah saya harus melakukan aktivasi akun di laman https://akademik.itb.ac.id ?

A: Ya. Saudara harus melakukan aktivasi akun melalui laman https://usm1.itb.ac.id untuk memperoleh nomor registrasi dan melanjutkan proses pendaftaran. Mohon agar saudara menggunakan nomor seleksi dan password SM-ITB saudara untuk melakukan aktivasi di laman tersebut.

 

Q: Saya sudah melakukan aktivasi, namun belum memperoleh e-mail konfirmasi

A: Mohon memeriksa kotak SPAM/Junkmail di alamat e-mail yang saudara gunakan. Ada kemungkinan e-mail konfirmasi tersebut masuk ke kotak SPAM/Junkmail.

 

Q: Dimana saya memperoleh Kit Pendaftaran Mahasiswa Baru ?

A: Kit Pendaftaran Mahasiswa Baru dapat diunduh di alamat https://usm.itb.ac.id/Kit_PMB.zip

 

Q: Apa yang dimaksud dengan nomor seleksi ?

A: Nomor seleksi adalah nomor peserta SM-ITB yang tercantum di Kartu Peserta SM-ITB saudara (bukan NISN).

 

Q: Kapan saya memperoleh nomor registrasi ?

A: Nomor registrasi akan saudara peroleh setelah saudara berhasil melakukan aktivasi akun di laman https://usm1.itb.ac.id.

 

 

Bagian 2 : Persyaratan Dokumen Pendaftaran

 

Q: Kartu Peserta SM-ITB saya hilang

A: Saudara dapat melakukan unduh (download) ulang Kartu Peserta SM-ITB 2020 dari laman https://usm1.itb.ac.id dengan menggunakan akun saudara, mulai tanggal 28 Agustus 2020.

 

Q: Kartu Peserta SM-ITB yang harus diunggah, apakah perlu ditandatangani terlebih dahulu ?

A: Sebaiknya saudara mengunggah hasil scan Kartu Peserta SM-ITB 2020 yang telah saudara tanda tangani.

 

Q: Saya belum memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) Sementara/Surat Tanda Lulus (STL) Sementara dari sekolah

A: Surat Keterangan Lulus (SKL) Sementara dapat diunggah paling lambat tanggal 4 September 2020, dengan cara diunggah di laman https://akademik.itb.ac.id. Saudara juga dapat mengunggah Ijazah sebagai pengganti SKL. Lulusan tahun 2018 dan 2019 harus mengunggah Ijazah dan tidak perlu mengunggah SKL.

 

Q: Apakah Surat Keterangan Lulus (SKL) Sementara/Surat Tanda Lulus (STL) Sementara wajib mencantumkan pas foto ?

A: Ya. Surat Keterangan Lulus (SKL) Sementara/Surat Tanda Lulus (STL) Sementara harus mencantumkan pas foto saudara yang terkena cap sekolah.

 

Q: Pada Surat Keterangan Lulus (SKL) Sementara/Surat Tanda Lulus (STL) Sementara, pas foto yang digunakan ukuran berapa dan apakah harus berwarna ?

A: Silakan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh sekolah saudara. ITB tidak menetapkan ukuran dan warna pas foto di Surat Keterangan Lulus (SKL) Sementara/Surat Tanda Lulus (STL) Sementara.

 

Q: Kapan saya harus mengunggah Ijazah ?

A: Ijazah harus saudara unggah di laman https://akademik.itb.ac.id paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

 

Q: Saya tidak memiliki Akta Kelahiran. Apakah dapat digantikan dengan dokumen lain ?

A: Tidak bisa, saudara harus mengunggah Akta Kelahiran. Namun demikian, dokumen tersebut dapat disusulkan hingga paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

 

Q: Akta Kelahiran saya hilang/rusak. Apakah dapat digantikan dengan dokumen lain ?

A: Tidak bisa, saudara harus mengunggah Akta Kelahiran. Namun demikian, dokumen tersebut dapat disusulkan hingga paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

                                                         

Q: Penulisan nama orang tua saya di Akta Kelahiran saya salah. Apa yang harus saya lakukan ?

A: Saudara dapat melampirkan Surat Keterangan Perbaikan Penulisan Nama Orang Tua dari Kecamatan atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bersama dengan hasil scan Akta Kelahiran. Namun demikian, dokumen-dokumen tersebut dapat disusulkan hingga paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

 

Q: Penulisan tempat lahir saya di Akta Kelahiran saya salah. Apa yang harus saya lakukan ?

A: Saudara dapat melampirkan Surat Keterangan Perbaikan Penulisan Tempat Lahir dari Kecamatan atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bersama dengan hasil scan Akta Kelahiran, atau memperbaiki Akta Kelahiran saudara. Namun demikian, dokumen-dokumen tersebut dapat disusulkan hingga paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

 

Q: Penulisan nama saya di Akta Kelahiran salah. Apa yang harus saya lakukan ?

A: Saudara harus memperbaiki Akta Kelahiran saudara. Saudara dapat mengunggah Akta Kelahiran yang benar tersebut hingga paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

 

Q: Saya merupakan calon mahasiswa WNI kelahiran luar negeri sehingga Akta Kelahiran saya diterbitkan oleh negara tempat kelahiran saya. Saya tidak memiliki Akta Kelahiran yang diterbitkan oleh Republik Indonesia. Apakah saya dapat mengunggah Akta Kelahiran tersebut ?

A: Sebaiknya saudara mengunggah hasil scan Salinan Resmi Akta Kelahiran berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Kedutaan/konsulat Republik Indonesia di tempat lahir saudara. Bila saudara tidak memiliki dokumen tersebut, saudara dapat mengunggah Akta Kelahiran yang diterbitkan oleh negara tempat kelahiran dan dilampiri oleh hasil scan Passpor Republik Indonesia yang saudara miliki.

  

Q: Saya belum menerima Ijazah dari sekolah

A: Calon mahasiswa wajib mengunggah hasil scan Ijazah asli ke laman https://pmb.akademik.itb.ac.id paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

 

Q: Apakah saya dapat mengunggah hasil scan dari salinan Ijazah yang telah dilegalisasi ?

A: Tidak, calon mahasiswa wajib mengunggah hasil scan Ijazah asli ke laman https://pmb.akademik.itb.ac.id paling lambat tanggal 20 Desember 2020.

 

Q: Dokumen apa saya yang dapat saya gunakan sebagai Bukti Kepemilikan Asuransi ?

A: Saudara dapat menggunakan dokumen Asuransi Kesehatan (Kartu Peserta atau Polis Asuransi yang mencantumkan nama calon mahasiswa) serta Surat Jaminan Asuransi Kesehatan (terdapat pada Kit Pendaftaran Mahasiswa Baru) yang diunggah dalam bentuk 1 file pdf. Khusus pengguna BPJS/KIS mandiri, saudara dapat mengunggah hasil scan Kartu BPJS/KIS. Bagi calon mahasiswa yang memiliki asuransi kesehatan/BPJS yang ditanggung oleh instansi/perusahaan tempat kerja orang tua, dapat mengunggah hasil scan Kartu Asuransi/BPJS dan Surat Jaminan Asuransi Kesehatan yang diisi oleh instansi/perusahaan tempat kerja orang tua.

 

Q: Saya tidak memiliki BPJS, apakah boleh menggunakan asuransi lain ?

A: Boleh, saudara dapat menggunakan dokumen Asuransi Kesehatan (Kartu Peserta atau Polis Asuransi yang mencantumkan nama calon mahasiswa) serta Surat Jaminan Asuransi Kesehatan (terdapat pada Kit Pendaftaran Mahasiswa Baru) yang diunggah dalam bentuk 1 file pdf.

 

Q: Saya tidak memiliki asuransi kesehatan atau BPJS. Apakah saya dapat menggunakan dokumen asuransi kecelakaan atau asuransi jiwa ?

A: Tidak bisa, saudara harus mempergunakan dokumen Asuransi Kesehatan yang dapat memfasilitasi rawat inap karena sakit, dan bukan Asuransi Kecelakaan atau Asuransi Jiwa. BPJS adalah asuransi yang minimal harus dimiliki oleh calon mahasiswa. Namun demikian, dokumen asuransi tersebut dapat disusulkan pada tanggal 1 – 30 September 2020.

 

Q: Saya merupakan peserta BPJS/KIS mandiri. Apakah saya harus menyertakan bukti pembayaran BPJS ?

A: Tidak perlu, saudara cukup mengunggah hasil scan kartu BPJS/KIS yang mencantumkan nama saudara saja.

 

Q: Saya merupakan peserta BPJS/KIS yang ditanggung oleh instansi tempat orang tua saya bekerja. Apakah saya harus menyertakan bukti pembayaran BPJS ?

A: Tidak perlu, saudara cukup mengunggah hasil scan kartu BPJS/KIS yang mencantumkan nama saudara saja serta Surat Jaminan Asuransi Kesehatan yang diisi dan ditanda tangani oleh instansi/perusahaan tempat kerja orang tua.

 

Q: Saya merupakan peserta BPJS/KIS yang ditanggung negara. Apakah saya harus menyertakan bukti pembayaran BPJS ?

A: Tidak perlu, saudara cukup mengunggah hasil scan kartu BPJS/KIS yang mencantumkan nama saudara saja.

 

Q: Saya baru mendaftar BPJS dan belum melakukan pembayaran sehingga belum memperoleh Kartu BPJS

A: Saudara harus mengunggah hasil scan kartu BPJS yang telah aktif dan mencantumkan nama saudara. Namun demikian, dokumen BPJS tersebut dapat disusulkan hingga tanggal 30 September 2020.

 

Q: Apakah saya harus meminta surat keterangan dari BPJS ?

A: Tidak perlu, saudara cukup mengunggah hasil scan kartu BPJS/KIS yang mencantumkan nama saudara saja. Bila perlu, dapat dilampiri dengan bukti transaksi terakhir atau screenshot dari aplikasi Mobile JKN.

 

Q: Apa itu alamat darurat ? Alamat apa yang harus saya isi di kolom tersebut ?

A: Alamat darurat adalah alamat yang paling mudah dihubungi ITB untuk mencapai keluarga saudara, bila terjadi kondisi darurat pada diri saudara. Alamat tersebut dapat saudara isi dengan alamat orang tua saudara, atau alamat lain yang merupakan alamat penanggung jawab saudara selama melaksanakan kuliah di ITB, yang lebih mudah dihubungi oleh ITB atau pihak berwenang lainnya.

 

Q: Saya merupakan calon mahasiswa dari SF/SITH/FTTM/FSRD, apakah saya harus mengunggah Surat Keterangan Bebas Buta Warna dari Dokter Spesialis Mata ?

A: Saudara harus mengunggah Surat Keterangan Bebas Buta Warna asli dari Dokter Spesialis Mata. Surat Keterangan Bebas Buta Warna dari Dokter Umum atau Dokter Spesialis selain Dokter Spesialis Mata tidak dapat digunakan.

 

Q: Saya merupakan calon mahasiswa dari SF/SITH/FTTM/FSRD, apakah Surat Keterangan Bebas Buta Warna harus berasal dari Dokter Spesialis Mata ?

A: Saudara harus mengunggah Surat Keterangan Bebas Buta Warna asli dari Dokter Spesialis Mata. Surat Keterangan Bebas Buta Warna dari Dokter Umum atau Dokter Spesialis selain Dokter Spesialis Mata tidak dapat digunakan. 

 

Q: Saya merupakan calon mahasiswa dari FMIPA/FITB-G/FTI-G dan bukan peserta program peminatan, apakah saya harus mengunggah Surat Keterangan Bebas Buta Warna harus Dokter Spesialis Mata ?

A: Saudara dapat mengunggah Surat Keterangan Bebas Buta Warna asli dari Dokter Spesialis Mata, bila berminat untuk melanjutkan pendidikan saudara di program studi yang mensyaratkan adanya Surat Keterangan Bebas Buta Warna. Namun demikian dokumen tersebut dapat disusulkan hingga tanggal 30 September 2020.

 

Q: Apakah Surat Keterangan Bebas Buta Warna harus menggunakan format yang telah ditentukan ITB ?

A: Surat Keterangan Bebas Buta Warna dari Dokter Spesialis Mata harus menggunakan format yang telah disampaikan ITB di Kit Pendaftaran Mahasiswa Baru, mencantumkan foto calon mahasiswa yang terkena cap Dokter/Rumah Sakit.

                                                                                                           

Q: Apakah Surat Keterangan Bebas Buta Warna harus diterbitkan oleh Rumah Sakit ?

A: Surat Keterangan Bebas Buta Warna harus diterbitkan oleh Dokter Spesialis Mata, tidak terbatas dari Rumah Sakit, Klinik Mata, atau praktek pribadi Dokter Spesialis Mata. Namun demikian ITB tidak menyarankan calon mahasiswa baru untuk memeriksakan diri ke rumah sakit/fasilitas kesehatan lainnya pada masa kejadian luar biasa wabah Covid-19.

 

Q: Nomor apakah yang harus diisikan pada kolom nomor identitas di format Surat Keterangan Bebas Buta Warna?

A: Saudara dapat mengisikan kolom tersebut dengan nomor KTP atau NIK saudara.

 

  

Bagian 3 : Biaya Pendidikan

 

Q: Apakah saya dapat mengajukan permohonan Beasiswa UKT ?

A: Calon Mahasiswa lulusan Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) diharuskan membayar penuh biaya pendidikannya di ITB dan tidak dapat mengajukan permohonan Beasiswa UKT.

 

Q: Apakah saya harus melunasi Iuran Pengembangan Institusi ?

A: Calon Mahasiswa lulusan Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) diharuskan membayar penuh biaya pendidikannya di ITB termasuk melunasi Iuran Pengembangan Institusi.

 

Q: Apakah saya dapat mengajukan permohonan penundaan pembayaran Biaya Pendidikan ?

A: Tidak, namun saudara dapat membayar biaya pendidikan secara mencicil, sesuai informasi di laman https://usm.itb.ac.id/itb_versi1/pendaftaran-ulang#seleksi-mandiri Bagian B.

 

Q: Apakah saya wajib menyerahkan Surat Pernyataan Kemampuan Pembayaran BPP/UKT Selama Masa Studi ?

A: Ya, saudara wajib mengunggah surat tersebut yang telah ditandatangani Orang Tua/Wali/Penanggung Jawab biaya pendidikan saudara di atas meterai Rp. 6000,-.

 

Q: Apakah saya wajib menyerahkan Surat Jaminan Kemampuan Keuangan ?

A: ITB sangat menyarankan agar saudara mengunggah surat Jaminan Kemampuan Keuangan tersebut. 

 

Q: Bagaimana cara pembayaran UKT dan Iuran Pengembangan Institusi ?

A: Pembayaran dilakukan dengan menggunakan nomor virtual account yang pada dasarnya merupakan No. Registrasi saudara di laman https://akademik.itb.ac.id (bukan NIM). Tata cara untuk memperoleh nomor virtual account tersebut tercantum pada laman https://usm.itb.ac.id/Bayar_UKT_sem1_2020.pdf. Pembayaran Iuran Pengembangan Institusi dilakukan bersama-sama dengan pembayaran UKT semester I, melalui nomor virtual account yang sama.

 

Bagian 4 : Finalisasi Pendaftaran

 

Q: Saya ingin melakukan finalisasi, namun tidak bisa. Data saya sudah diisi secara lengkap.

A: Mohon memeriksa kembali pengisian data saudara. Proses finalisasi dapat dilaksanakan mulai tanggal 31 Agustus 2020.

 

Q: Saya sudah selesai mengisi seluruh formulir dan mengunggah semua dokumen yang diperlukan. Apa langkah selanjutnya ?

A: Silakan saudara melakukan finalisasi pendaftaran dengan cara menyetujui seluruh pernyataan/perjanjian sesuai dengan tampilan yang tertera, kemudian melakukan klik pada tombol "Finalisasi". Pendaftaran Mahasiswa Baru ITB baru dinyatakan selesai setelah saudara melakukan finalisasi, mulai tanggal 31 Agustus - 4 September 2020.

 

Q: Saya sudah selesai mengisi seluruh formulir namun terdapat beberapa dokumen yang belum bisa saya unggah. Apa langkah selanjutnya ?

A: Silakan saudara melakukan finalisasi pendaftaran dengan cara menyetujui seluruh pernyataan/perjanjian sesuai dengan tampilan yang tertera, kemudian melakukan klik pada tombol "Finalisasi". Pendaftaran Mahasiswa Baru ITB baru dinyatakan selesai setelah saudara melakukan finalisasi, tanggal 31 Agustus - 4 September 2020. Pelengkapan dokumen dapat dilakukan pada tanggal yang telah ditentukan, dengan melakukan login kembali di laman https://akademik.itb.ac.id.